Raja Singa: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Penyakit raja singa atau sifilis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual. Penyebab penyakit sifilis adalah infeksi bakteri pada saluran genital oleh bakteri Treponema pallidum. Sifilis dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung atau melalui ibu kepada bayinya selama kehamilan.

Menurut ilmu kesehatan, sifilis adalah penyakit menular akut dan kronis yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum yang ditularkan melalui kontak langsung, biasanya melalui hubungan seksual. Setelah masa inkubasi 12-30 hari, gejala penyakit sifilis akan tampak benjolan seperti bisul, yang diikuti demam dan gejala konstitusional lainnya (sifilis primer), setelah itu kulit akan berwarna kemerahan atau ruam yang terjadi pada telapak tangan atau kaki, adanya bercak putih di bagian mulut, dan pembengkakan kelenjar betah bening (sifilis sekunder), dan jika dibiarkan akan dapat menyebabkan kelainan fungsional pada jantung dan sistem saraf pusat (sifilis tersier).

Setiap orang yang terlibat dalam aktivitas seksual, termasuk heteroseksual, homoseksual dan biseksual dan wanita dapat terkena penyakit raja singa. Sifilis juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi HIV/AIDS. Ada sekitar 12 juta kasus baru sifilis terjadi setiap tahunnya dan lebih dari 90% dari mereka berada di negara-negara berkembang.

Gejala penyakit raja singa Beberapa orang yang terkena penyakit sifilis tidak memiliki tanda-tanda telah terinfeksi. Tetapi sebagian lain akan memiliki tanda itu meskipun sangat ringan dan mereka tidak menyadari bahwa telah terinfeksi penyakit raja singa. Bahkan, setelah tanda-tanda itu menghilang, kuman penyebab terjadinya penyakit raja singa masih hidup dan akan menyebabkan masalah kesehatan yang serius beberapa tahun kemudian.

Tanda pertama penyakit sifilis pada pria akan menyebabkan penis terasa sakit. Sedangkan pada wanita, tanda pertama biasanya menimbulkan rasa sakit di sekitar atau di dalam vagina. Orang yang merasakan tanda ini mungkin tidak menyadarinya kalau telah terinfeksi sifilis, karena tanda itu akan hilang setelah tiga sampai enam minggu.


Raja Singa

Setelah tanda pertama itu muncul, pada fase penyakit sifilis berikutnya akan muncul tanda seperti kerontokan rambut, sakit tenggorokan, bercak putih di hidung, mulut, dan vagina, demam, sakit kepala, dan ruam kulit. Dalam hal ini, ruam yang terjadi akibat penyakit raja singa ini bisa menular melalui kontak biasa. Jika penyakit sifilis pada fase ini tidak segera diobati maka akan menyebar ke dalam aliran darah dan akan menyebabkan masalah yang lebih serius.


Setelah penyakit raja singa atau sifilis memasuki fase ketiga (tersier) maka penyakit ini biasanya tidak menular lagi. Pada fase ini, infeksi dapat menyebabkan masalah pada sumsum tulang belakang, kerusakan pada jantung dan otak yang dapat menyebabkan kematian.

Penyebab penyakit raja singa

Bakteri Treponema pallidum yang menjadi penyebab penyakit raja singa dapat masuk ke dalam tubuh melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi melalui kontak seksual. Penyakit raja singa juga bisa ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama kehamilan. Pengguna narkoba suntik juga dapat tertular penyakit sifilis karena pemakaian jarum suntik telah dipakai oleh orang yang terinfeksi. Walaupun sangat kecil kemungkinannya, penyakit sifilis dapat ditularkan melalui transfusi darah, karena hampir semua transfusi darah secara rutin dilakukan diskrining untuk berbagai macam penyakit.

Diagnosis penyakit raja singa

Cara yang dapat digunakan untuk mendiagnosis atau mengetahui seseorang terinfeksi penyakit sifilis adalah dengan melakukan tes darah. Tes darah yang dilakukan di laboratorium dapat mengetahui apakah seseorang terinfeksi penyakit raja singa atau tidak. Tes darah dapat dilakukan di rumah sakit atau puskesmas dengan bantuan seorang dokter atau ahli kesehatan.

Cara mengobati penyakit raja singa

Penyakit raja singa atau sifilis harus segera diobati, jika tidak akan dapat menyebabkan masalah yang lebih serius terhadap kesehatan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Orang yang terinfeksi sifilis pada fase primer dan sekunder dapat diobati dengan pemberian penicillin yang disuntikan atau dalam bentuk tablet dengan bantuan dokter atau tenaga medis.

Cara mencegah penyakit raja singa Langkah-langkah pencegahan penyakit menular raja singa dapat dilakukan dengan secara rutin memeriksakan kondisi kesehatan. Perawatan medis yang teratur dapat mencegah risiko seseorang terinfeksi penyakit sifilis lebih awal sehingga dapat segera mengambil tindakan sebelum terjadi komplikasi yang lebih serius.

Tindakan pencegahan lainnya adalah dengan menghindari aktivitas seksual yang beresiko seperti sering berganti pasangan dan sebagainya. Hal ini dapat mencegah tertular penyakit sifilis dan penyakit menular seksual lainnya.

Demikian beberapa hal yang perlu diketahui dari penyakit raja singa atau sifilis ini, mudah-mudah bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kita. Amin ya robbal ‘alamin.

Artikel terkait:

Bagikan: