Penyakit Ebola: Penyebab, Gejala, Obat, dan Cara Mencegahnya

Penyakit Ebola – Penyakit Ebola merupakan salah satu jenis penyakit menular berbahaya yang disebabkan oleh virus Ebola. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Ebola pertama kali muncul pada tahun 1976 di negara yang sekarang bernama Sudan dan Republik Demokratik Kongo. Ebola merupakan nama salah satu sungai di daerah tersebut dimana pertama kali virus Ebola ditemukan, dan sejak saat itu Ebola menjadi wabah yang sangat menakutkan, khususnya di Afrika.

Baru-baru ini wabah Ebola kembali muncul pada bulan Maret 2014. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hingga bulan Oktober 2014 sudah ada sekitar 8.033 kasus Ebola yang dilaporkan pada tahun tersebut. Dari jumlah ini, 4.461 diantaranya telah dilakukan pengujian laboratorium dan dinyatakan positif terserang virus Ebola. Dari jumlah tersebut sekitar 3.865 kasus atau lebih dari 50% diantaranya menyebabkan kematian.

Virus Ebola

Menurut badan dunia WHO, saat ini telah teridentifikasi 5 jenis virus yang menjadi penyebab penyakit Ebola. Empat diantaranya dapat menimbulkan penyakit pada manusia, yaitu virus Ebola (Zaire Ebolavirus), Virus Sudan (Sudan Ebolavirus), Virus Tai Hutan (TAI Forest Ebolavirus, sebelumnya Pantai Gading Ebolavirus), dan virus Bundibugyo (Bundibugyo Ebolavirus). Sedangkan satu jenis virus lainnya, yaitu virus Reston (Reston Ebolavirus), tidak dapat mempengaruhi pada manusia, tetapi hanya berpengaruh terhadap hewan primata.

Secara umum, untuk bertahan hidup virus Ebola harus menemukan sel inang. Virus ini juga dapat mereplikasi sendiri sehingga dapat menyebar ke sel inang lainnya dengan sangat cepat. Sedangkan kemampuan tubuh memproduksi antibodi untuk mengatasi virus Ebola ini sangat terbatas sehingga tidak terlalu berdampak untuk menghentikan penyebaran virus Ebola di dalam tubuh, demikian kata Jonathan Lai, profesor biokimia di Albert Einstein College of Medicine di New York.

Penyebab penyakit Ebola

Penyakit Ebola diduga pertama kali muncul dan ditularkan ke manusia dari kelelawar. Menurut seorang peneliti Bioinformatika di Lancaster University di Inggris, infeksi Ebola sangat mungkin ditularkan dari kelelawar kepada manusia, tetapi para ilmuwan hingga saat ini belum menemukan bukti yang kuat untuk mendukung pernyataan tersebut.

Meskipun WHO setuju dengan pernyataan tersebut, tetapi organisasi kesehatan dunia ini mengatakan bahwa virus Ebola ditularkan ke manusia melalui sekresi, darah, organ atau cairan tubuh bukan hanya dari kelelawar. Selain kelelawar, beberapa hewan lain seperti monyet, simpanse, gorila, kijang hutan dan landak juga dapat menularkan virus Ebola ke manusia.

Penyakit Ebola: Penyebab, Gejala, Obat, dan Cara Mencegahnya

Gejala penyakit Ebola

Gejala penyakit Ebola dapat muncul 2 sampai 21 hari setelah terinfeksi virus Ebola. Menurut CDC, rata-rata gejala Ebola muncul dalam waktu 8 sampai 10 hari. Pada awalnya fase perkembangannya, gejala Ebola akan tampak seperti gejala penyakit yang diakibatkan oleh virus lainnya. Menurut CDC, penderita Ebola biasanya akan mengalami gejala sebagai berikut.
  • Demam tinggi lebih dari 38,6 derajat Celsius 
  • Nyeri otot 
  • Sakit kepala parah 
  • Kelemahan 
  • Diare 
  • Muntah 
  • Sakit perut
Menurut WHO, pada fase akhir penyakit Ebola pasien dapat mengalami perdarahan di hidung dan mulut. Gejala lain yang dapat terjadi pada fase akhir penyakit ebola ini adalah ruam, gangguan fungsi ginjal dan hati, seperti adanya darah dalam tinja.

Pengobatan penyakit Ebola

Menurut CDC, hingga saat ini belum ditemukan vaksin dan obat yang dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit Ebola. Penyakit Ebola dapat sembuh karena kekuatan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki penderita sendiri. Salah satu perawatan yang bisa dilakukan dokter untuk membantu pasien melawan infeksi Ebola adalah dengan menjaga pasien kekurangan cairan dan membantu pernapasan untuk memberi kesempatan tubuh melawan penyakit itu sendiri.

Ada pula beberapa dokter yang melakukan eksperimen dengan memberikan pasien transfusi darah dari orang-orang yang selamat dari Ebola. Harapannya adalah bahwa antibodi yang dimiliki pasien selamat tersebut akan membantu sistem kekebalan tubuh dalam memerangi virus Ebola. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Infectious Disease menyatakan bahwa pengobatan semacam ini dapat membantu untuk mengurangi jumlah kematian akibat virus Ebola.

Pencegahan penyakit Ebola

Mengingat hingga saat ini belum ada vaksin atau obat untuk menyembuhkan penyakit Ebola, cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah dengan tidak bepergian ke daerah atau tempat di mana virus tersebut ditemukan. Untuk petugas kesehatan dapat mencegah terinfeksi virus Ebola dengan memakai masker, sarung tangan, dan kacamata setiap kali mengadakan kontak dengan orang-orang yang mungkin terserang penyakit Ebola ini.

Virus Ebola bukanlah virus yang dapat menyebar melalui udara. Virus Ebola hanya dapat menyebar melalui cairan tubuh. Oleh karena itu, Ebola hanya dapat menyebar melalui kontak langsung ke manusia. Kontak langsung berarti darah, sekresi, organ atau cairan tubuh lain yang mengandung virus bersentuhan dengan kulit atau selaput lendir individu yang sehat. Bahkan pemakaian peralatan seperti tempat tidur atau pakaian penderita Ebola juga dapat menyebabkan tertular penyakit Ebola. Sangat mengerikan...

Demikian beberapa penyebab, gejala, obat, dan cara mencegah penyakit Ebola ini, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan, serta bermanfaat untuk kita semua. Amin ya robbal ‘alamin.

Artikel terkait:

Bagikan: