Usus Buntu: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Penyakit usus buntuUsus buntu adalah organ tubuh yang berbentuk seperti kantung, yang terhubung langsung dengan usus besar. Awalnya, usus buntu ini dianggap tidak memiliki fungsi, tetapi akhir-akhir ini usus buntu diketahui ikut berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Namun demikian, manusia tetap bisa hidup normal walaupun tidak memiliki organ ini, dan tidak memiliki dampak terhadap kesehatan.

Usus buntu dapat mengalami peradangan yang harus segera dilakukan operasi untuk menyembuhkannya. Peradangan yang terjadi pada usus buntu merupakan masalah serius dan harus segera diobati, selah satunya adalah dengan cara operasi. Pecahnya radang pada usus buntu dapat berakibat fatal dan menyebabkan masalah serius pada lapisan dan organ lain di dalam rongga perut.

Radang usus buntu sulit diidentifikasi jika dilakukan tanpa operasi. Karena itu, penyakit usus buntu diperlakukan selayaknya keadaan darurat, karena perawatannya yang membutuhkan proses pembedahan. Berikut beberapa penyebab usus buntu dan cara menyembuhkannya.

Penyebab usus buntu

Penyakit usus buntu dapat disebabkan karena usus buntu tersumbat, adanya benda asing, terjadinya infeksi, dan kanker. Bakteri yang masuk bersama makanan juga dapat menyebabkan pembengkakan usus buntu. Bakteri penyebab usus buntu diantaranya adalah bakteri E. coli dan Salmonella. Menjaga pola makan dan kebersihan makanan dapat menurunkan resiko terkena penyakit usus buntu.

Gejala usus buntu

Ada beberapa gejala yang ditunjukkan ketika terjadi pembengkakan atau terserang penyakit usus buntu. Gelaja penyakit usus buntu yang dapat dirasakan adalah sebagai berikut.
  • Nyeri di sekitar pusar 
  • Kehilangan selera makan 
  • Mual dan muntah 
  • Pembengkakan pada perut 
  • Demam 
  • Buang gas terganggu.
Usus Buntu: Penyebab, Gejala, dan Cara Menyembuhkannya
Selain beberapa gejala usus buntu seperti yang telah disebutkan, penyakit usus buntu juga dapat menunjukkan beberapa gejala lainnya, diantaranya adalah seperti berikut ini.
  • Nyeri perut bagian bawah , punggung, atau anus 
  • Nyeri saat buang air kecil 
  • Muntah yang didahului nyeri perut 
  • Kram perut yang berlebihan 
  • Sembelit penyebab ambeien dan diare.
Jika memiliki salah satu atau beberapa gejala awal usus buntu seperti yang telah dijelaskan di atas, segera hubungi dokter atau ahli kesehatan agar mendapat perawatan dan pengobatan secepatnya. Karena diagnosis dan pengobatan usus buntu sangat penting untuk segera dilakukan sebelum pembengkakan yang terjadi pecah dan menimbulkan masalah lebih serius. Jangan makan, minum, atau menggunakan obat nyeri, antasida, obat pereda rasa sakit, yang justru dapat menyebabkan usus buntu semakin meradang dan pecah.

Cara mengobati usus buntu

Salah satu cara mengobati usus buntu adalah dengan operasi. Operasi merupakan pengobatan standar untuk menyembuhkan usus buntu dan mencegah pecahnya radang sebagai upaya dalam rangka penyelamatan terhadap pasien.

Biasanya, setalah dilakukan operasi penderita akan kembali normal dan dapat bergerak dalam waktu 12 jam, tetapi untuk dapat melakukan kegiatan secara normal kembali akan membutuhkan waktu hingga 2-3 minggu. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pasca dilakukannya operasi usus buntu. Segera hubungi dokter jika memiliki salah satu ada beberapa gejala usus buntu seperti berikut ini.
  • Muntah yang tidak terkontrol 
  • Peningkatan nyeri di perut 
  • Pusing atau perasaan ingin pingsan 
  • Adanya darah pada muntah atau urin 
  • Peningkatan rasa sakit dan kemerahan pada bekas luka operasi 
  • Demam.
Selama ini belum ada cara khusus yang dapat digunakan untuk mencegah peradangan dan timbulnya penyakit usus buntu. Namun demikian, resiko terkena penyakit usus buntu dapat dikurangi dengan gaya hidup sehat, makan makanan yang banyak mengandung serat seperti buah-buahan maupun sayuran segar.

Demikian beberapa gejala usus buntu dan cara menyembuhkannya ini, semoga dapat menambah pengetahuan kita dan bermanfaat untuk semuanya. Amin ya robbal ‘alamin.

Artikel terkait:

Bagikan: