Penyakit TBC: Penyebab, Gejala dan Cara Mencegahnya

Pengertian penyakit TBCPenyakit TBC atau Tuberculosis termasuk salah satu penyakit menular yang biasanya menyerang dan mempengaruhi paru-paru. Ada dua jenis penyakit TBC, yaitu laten dan aktif. Dalam TBC laten, meskipun bakteri TBC berada dalam tubuh tetapi dalam keadaan tidak aktif. Mereka tidak menimbulkan gejala dan tidak menular, tapi mereka bisa menjadi aktif. Sedangkan TBC aktif, bakteri TBC dapat menyebabkan gejala dan dapat ditularkan kepada orang lain.

Penyakit TBC dapat mempengaruhi semua kelompok usia. Namun, penyakit ini sebagian besar mempengaruhi orang dewasa muda, dan orang-orang yang tinggal di negara-negara berkembang. Berikut beberapa penyebab, gejala, cara pencegahan penyakit TBC.

Penyebab penyakit TBC

Penyebab penyakit TBC adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat menyebar melalui udara ketika seseorang yang memiliki penyakit TBC batuk, bersin, meludah, tertawa atau berbicara. Meskipun penyakit dapat TBC menular, tetapi tidak mudah bagi seseorang untuk tertular penyakit TBC ini, karena kebanyakan orang dengan TBC aktif telah mendapatkan perawatan yang tepat dan tidak lagi menular.

Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh sulit untuk mengendalikan bakteri penyebab TBC sehingga lebih mungkin tertular penyakit TBC daripada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lebih baik. Merokok juga dapat meningkatkan resiko terkena penyakit TBC. Lebih dari 20% kasus TBC yang terjadi di seluruh dunia disebabkan oleh konsumsi tembakau ini.

Penyakit TBC: Penyebab, Gejala dan Cara Mencegahnya

Gejala penyakit TBC

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, meskipun bakteri TBC ada di dalam tubuh, tetapi TBC laten tidak menimbulkan gejala. Sedangkan untuk penyakit TBC aktif dapat menimbulkan beberapa gejala penyakit TBC seperti berikut ini.
  • Batuk, kadang-kadang dengan lendir atau darah 
  • Kedinginan 
  • Kelelahan 
  • Demam 
  • Kehilangan berat badan 
  • Kehilangan selera makan 
  • Keringat malam.
Meskipun sebagian besar TBC mempengaruhi paru-paru, tetapi jika tidak segera dilakukan pengobatan penyakit TBC dapat juga mempengaruhi bagian lain dari tubuh melalui aliran darah. Ketika TBC terjadi di luar paru-paru, dapat menimbulkan beberapa gejala seperti berikut ini.
  • TBC yang menginfeksi tulang dapat menyebabkan nyeri tulang belakang dan kerusakan sendi 
  • TBC yang menginfeksi otak dapat menyebabkan penyakit meningitis 
  • TBC yang menginfeksi ginjal dapat merusak dan menyebabkan darah dalam urine 
  • TBC yang menginfeksi hati dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah, yang bisa berakibat fatal dan menyebabkan penyakit jantung.

Pengobatan penyakit TBC

Mayoritas kasus TBC dapat disembuhkan dengan obat yang tepat jika dikelola dengan benar. Jenis obat yang tepat dan lamanya pengobatan penyakit TBC tergantung pada usia seseorang, kesehatan secara keseluruhan, resistensi potensial terhadap obat, apakah TBC yang laten atau aktif, dan lokasi infeksi (paru-paru, otak, ginjal).

Orang dengan TBC laten mungkin hanya butuh satu jenis antibiotik TBC, sedangkan orang dengan TBC aktif akan memerlukan beberapa jenis obat yang tepat. Pengobatan TBC biasanya membutuhkan waktu yang relatif lama. Pada umumnya lama waktu yang dibutuhkan untuk pengobatan TBC adalah sekitar 6 bulan.

Yang perlu diingat, semua obat TBC dapat menimbulkan efek samping bagi hati, meskipun jarang terjadi. Potensi efek samping yang bisa disebabkan oleh obat TBC dan harus dikonsultasikan dengan dokter adalah sebagai berikut.
  • Urine gelap 
  • Demam 
  • Penyakit kuning 
  • Kehilangan selera makan 
  • Mual dan muntah.
Meskipun pengobatan sakit TBC telah selesai sepenuhnya, bahkan gejala TB telah hilang sama sekali. Namun bakteri penyebab penyakit TBC yang luput dari pengobatan bisa menjadi pemicu timbulnya penyakit TBC di masa mendatang.

Pencegahan penyakit TBC

Beberapa langkah yang dapat diambil untuk pencegahan penyakit TBC aktif diantaranya adalah dengan membatasi hubungan dengan orang yang memiliki penyakit TBC. Hal ini akan membantu untuk meminimalkan risiko tertular penyakit TBC dari orang lain. Menutup mulut dengan masker ketika berada di tempat umum juga dapat membatasi penyebaran bakteri.

Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah menyelesaikan seluruh proses pengobatan penyakit TBC. Karena beberapa kasus TBC memerlukan program kemoterapi, yang bukan saja mahal tetapi dapat juga menyebabkan reaksi obat yang merugikan pasien penyakit TBC itu sendiri.

Demikian beberapa penyebab, gejala dan cara mencegah penyakit TBC ini, semoga dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat untuk kita semua. Amin ya robbal ‘alamin.

Artikel terkait:

Bagikan: