Sifilis pada Wanita: Pengertian, Penyebab, Tanda dan gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

Pengertian sifilis atau raja singa. Sifilis atau penyakit raja singa merupakan Penyakit Menular Seksual (PMS) yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Seperti PMS lainnya, penyakit sifilis juga dapat menular melalui kontak seksual, atau dari ibu yang terinfeksi kepada janinnya selama masa kehamilan atau saat melahirkan.

Sifilis telah ada dan ditemukan sejak berabad-abad lalu. Jika tidak diobati, sifilis atau raja singa dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang ke berbagai organ tubuh.

Penyebab sifilis atau raja singa
Penyebab sifilis atau penyakit raja singa adalah bakteri yang dikenal dengan Treponema pallidum. Bakteri ini sering juga disebut dengan Spirochetes karena bentuknya yang menyerupai spiral. Bakteri ini dapat menembus hingga ke dalam lapisan mulut atau daerah genital yang dapat menyebabkan dampak lebih parah.

Tanda dan gejala sifilis atau raja singa
Infeksi sifilis jika tidak diobati dapat berkembang melalui beberapa tahapan, dengan tanda-tanda dan gejala sifilis yang berbeda dalam tiap tahapnya. Setelah infeksi pertama, gejala biasanya akan tampak sekitar 21 hari setelah infeksi, tetapi kemungkinan hanya akan muncul pada 10 sampai 90 hari setelah infeksi.

Sifilis primer
Sifilis primer ditandai dengan pembentukan ulkus yang menyakitkan, dan dikenal sebagai chancre. Rasa sakit ini biasanya hanya terasa pada tempat yang terkena infeksi. Sebuah chancre biasanya berbentuk bulat.

Selain terasa sakit, chancre juga mengandung bakteri yang dapat menular jika terjadi kontak dengannya. Misalnya jika chancre tersebut terletak di mulut, maka penyakit tersebut dapat menular ketika berciuman. Chancre biasanya berlangsung selama 3 sampai 6 minggu dan akan hilang dengan sendirinya. Penggunaan kondom juga tidak dapat menjamin dan mencegah penyebaran penyakit ini jika chancre tersebut terletak di area yang tidak tertutup oleh kondom ketika melakukan hubungan intim. 

Sifilis sekunder
Jika sifilis primer tidak diobati, maka akan berkembang menjadi sifilis sekunder. Tahap ini biasanya terjadi beberapa minggu setelah tahap primer. Sifilis sekunder ditandai dengan ruam kulit yang biasanya tidak gatal. Ruam ini seringkali tidak disadari karena hampir sama dengan ruam yang disebabkan oleh penyakit lain. Ruam ini dapat muncul hampir di setiap bagian tubuh, termasuk luka di dalam mulut, vagina, atau anus. Ruam penyakit sifilis sekunder juga sering ditemukan pada telapak tangan dan telapak kaki. Pada beberapa orang, gejala ruam mungkin tidak terlihat.

Pada sifilis sekunder, infeksi telah menyebar ke seluruh bagian tubuh, sehingga gejala lain yang berhubungan dengan manifestasi kulit kemungkinan juga dapat muncul. Demam, pembesaran kelenjar getah bening, kelelahan, penurunan berat badan, rambut rontok, sakit kepala, dan nyeri otot semuanya dapat terjadi dalam tahap sifilis sekunder ini. Gejala ini dapat mereda dengan sendirinya, tetapi jika tidak diobati, infeksi dapat berkembang menjadi sifilis tersier.

Sifilis tersier
Setelah gejala sifilis sekunder hilang, infeksi yang terjadi tetap bersifat laten di dalam tubuh jika tidak diobati. Sifilis tersier ditandai dengan kerusakan sejumlah sistem organ dan bahkan bisa berakibat fatal, seperti kerusakan otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan sendi. Gejala yang mungkin dapat dirasakan secara lebih nyata dari sifilis tersier ini seperti masalah dengan gerakan, hilangnya penglihatan secara bertahap, demensia, kelumpuhan, dan mati rasa.

Sifilis neonatal atau bawaan
Wanita hamil yang terinfeksi penyakit sifilis dan tidak segera diobati dapat menyebabkan kematian pada bayi sebelum atau setelah melahirkan, sehingga semua wanita hamil sebaiknya diperiksa pada kunjungan prenatal pertama mereka. Pemeriksaan ini biasanya diulang pada trimester ketiga saat kehamilan. Jika bayi yang terinfeksi dilahirkan dan dapat bertahan hidup, mereka akan beresiko menderita masalah yang lebih serius seperti kejang dan keterlambatan perkembangan. Untungnya, sifilis dalam masa kehamilan ini dapat diobati.

Pengobatan untuk sifilis atau raja singa
Penisilin merupakan salah satu pilihan obat untuk mengobati sifilis atau penyakit raja singa pada semua tahap. Injeksi intramuskular penisilin benzatin G (2,4 juta unit) cukup untuk mengobati penyakit sifilis atau raja singa pada tahap primer, sekunder, atau awal sifilis laten. Tiga dosis obat ini pada interval mingguan direkomendasikan untuk individu dengan sifilis laten atau sifilis laten dengan durasi yang tidak diketahui. Membunuh bakteri dan mencegah kerusakan organ lebih lanjut, tidak akan mengembalikan kerusakan pada organ yang telah terjadi sebelumnya. Pengobatan dengan penisilin ini juga aman dilakukan selama masa kehamilan.

Potensi komplikasi sifilis atau raja singa
Seperti dijelaskan sebelumnya, sifilis yang tidak diobati dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan komplikasi pada berbagai sistem organ. Beberapa komplikasi penyakit sifilis yang dapat terjadi seperti kebutaan, demensia, aneurisma aorta, tuli, stroke, dan komplikasi lain yang berhubungan dengan penyebaran infeksi ke otak. Jika sifilis berada pada tahap akhir dapat menyebabkan komplikasi fatal.

Pencegahan sifilis atau raja singa
Tidak ada vaksin yang tersedia hingga saat ini untuk mencegah sifilis. Tidak melakukan hubungan s*ks yang beresiko merupakan salah satu cara pencegahan sifilis yang mungkin dapat dilakukan. Penggunaan kondom hanya dapat mencegah penyakit sifilis jika chancre terletak di daerah yang dilindungi oleh kondom. Mencuci atau douching setelah aktivitas seksual juga tidak dapat mencegah infeksi. Selain itu, untuk mengetahui apakah pasangan s*ks terinfeksi sifilis atau tidak juga sangat sulit dilakukan. Sehingga, melakukan hubungan s*ks yang aman dengan pasangan yang telah kita kenal sebelumnya adalah cara terbaik untuk mencegah tertular penyakit sifilis atau penyakit raja singa. Sedangkan untuk sifilis neonatal dapat dicegah dengan pemeriksaan ibu di awal kehamilannya.

Demikianlah Sifilis pada Wanita: Pengertian, Penyebab, Tanda dan gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya ini, semoga dapat berguna dan bermanfaat untuk kita semua, amin ya robbal 'alamin.

Artikel terkait:

Bagikan: