Obat Baru Ini Beri Harapan Sembuh Penderita Kanker Mematikan

Pada Hari Kanker Dunia, 4 Februari lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan arahan baru pada diagnosis dini, yang dapat meningkatkan harapan hidup penderita kanker.

Harapan hidup rata-rata untuk pasien yang menderita berbagai jenis kanker, dalam 50 tahun terakhir telah meningkat tajam, tetapi beberapa jenis kanker masih sangat sulit untuk diobati. Salah satu obat baru dibuat untuk menargetkan beberapa jenis kanker yang agresif tersebut. Hasil uji klinis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa jumlah penderita kanker, dimana obat lain tidak bekerja merespon dengan baik.


Sebuah tim ilmuwan di perusahaan farmasi Pfizer dan Abbvie Stemcentrix perusahaan bioteknologi, bekerjasama menciptakan obat baru yang ditujukan untuk mengobati jenis kanker agresif, kanker yang sulit diobati dan sering kambuh. Obat-obatan tersebut sukses pada tikus dan monyet, dan saat ini sedang diuji coba pada manusia.

Salah serorang peneliti, Marc Damelin mengatakan, "Pada dasarnya, kami berharap dapat menghancurkan kanker sampai ke akarnya. Sama seperti ketika kita mencabut gulma sampai ke akar agar tidak tumbuh lagi. Obat ini dirancang untuk membunuh tumor sampai ke akarnya, dan kami melakukan kemoterapi untuk membunuh sel. "

Damelin juga menjelaskan tentang manfaat obat baru ini. Pertama, obat tersebut merupakan antibodi yang membantu melawan kanker. Tim ilmuwan memasukkan obat kemoterapi ke dalam antibodi, yang berbentuk molekul protein. Antibodi itu melekat pada sel kanker yang akan terus membelah untuk menghentikan pertumbuhannya, lalu obat kemoterapi bertugas untuk membunuhnya.

Damelin mengatakan hampir 30 persen pasien dengan kanker ovarium atau indung telur menunjukkan respon positif. Mereka adalah pasien yang sudah mencoba berbagai obat lain tapi gagal.

Harapannya adalah obat baru ini akan menggantikan kemoterapi konvensional. Dan karena ia memiliki tujuan tertentu, obat-obatan yang digunakan tidak beracun dan memiliki efek samping yang lebih sedikit.


Jika berhasil katanya, obat itu dapat juga membantu pasien dengan jenis kanker lainnya, seperti kanker prostat, usus besar dan kanker kerongkongan, serta leukemia jenis agresif.

Tahun ini akan dimulai pengujian besar-besaran pada manusia. Jika berhasil, obat tersebut bisa menyelamatkan kehidupan pasien dengan kanker yang sulit diobati.

Artikel terkait:

Bagikan: