Inilah Penyakit Berbiaya Mahal yang disebabkan oleh Rokok

Lima jenis penyakit yang terkait dengan rokok ini telah menghabiskan sekitar 25 persen dana asuransi kesehatan nasional. Pemerintah menyebutnya sebagai penyakit katastropik, atau penyakit yang berbiaya mahal dan berisiko tinggi bagi penderitanya.

Data dari Kementrian Kesehatan, seperti dilansir laman Kompas (2016/07/29), lima penyakit itu mulai dari jantung yang menghabiskan dana sekitar Rp. 6,9 triliun, kanker Rp. 1,8 triliun, stroke Rp. 1,5 triliun, gagal ginjal Rp. 1,5 triliun, dan diabetes melitus Rp. 1,2 triliun.


Pada tahun 2016, total biaya pengobatan 8 penyakit katastropik di Indonesia mencapai Rp. 14,58 triliun, atau 22 persen dari total biaya perawatan kesehatan KIS-JKN yang sebesar Rp 67 triliun. Untuk penyakit jantung dan stroke, dan biayanya mencapai 13% dari total anggaran.

Mengapa merokok dapat menyebabkan penyakit ini? Karena asap rokok mengandung ribuan bahan kimia, termasuk racun yang dapat masuk ke paru-paru kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Sebagian besar racun tersebut, seperti karbon monoksida yang dikenal sebagai radikal bebas dapat mengambil oksigen dari sel-sel darah merah. Radikal bebas ini dapat menimbulkan sejumlah masalah, mulai dari penuaan dini hingga kanker.

Pada saat yang sama, nikotin yang terkandung dalam asap tembakau dapat memicu kelenjar adrenal memproduksi hormon yang dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, yang membuat jantung bekerja lebih keras. Inilah sebab kenapa perokok beresiko paling tinggi terhadap serangan jantung dan stroke.


Menurut Dr. Agus Dwi Susanto, spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, nikotin dapat menyebabkan penebalan pada dinding pembuluh darah. Akibatnya, aliran pembuluh darah menjadi sempit yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti stroke dan jantung koroner.

Artikel terkait:

Bagikan: